Trackingnews.id, Takalar — Kamis, 5 Februari 2026 kini Ketua Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kabupaten Takalar mendorong optimalisasi peran petani lokal dalam mendukung pemenuhan kebutuhan bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Program MBG dirancang untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak dini. Dalam pelaksanaannya, Badan Gizi Nasional (BGN) menekankan pentingnya penggunaan bahan pangan lokal pada setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menjamin keberlanjutan pasokan gizi sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Ketua PTI Kabupaten Takalar menilai bahwa Kabupaten Takalar memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pangan program MBG.
Oleh karena itu, ia mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar agar secara aktif memfasilitasi dan memberdayakan petani lokal supaya mampu menjadi pemasok utama bahan pangan MBG.
“Program MBG ini harus menjadi peluang strategis bagi petani lokal Takalar. Jika kebutuhan bahan pangan bisa dipenuhi dari daerah sendiri, maka perputaran ekonomi akan tumbuh dan kesejahteraan petani akan meningkat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua PTI Takalar juga mengajak petani muda di Kabupaten Takalar untuk terlibat aktif dengan menanam sayuran, mengembangkan peternakan, serta mengelola hasil pertanian secara berkelanjutan agar mampu memenuhi standar kebutuhan pangan MBG.
Menurutnya, keterlibatan petani muda sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian di daerah, sekaligus membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pangan.
Tidak hanya petani dan peternak, ia juga menegaskan bahwa nelayan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Takalar memiliki peluang besar untuk berkembang melalui keterlibatan langsung dalam penyediaan kebutuhan MBG, mulai dari bahan baku hingga pengolahan pangan.
“Jika seluruh potensi lokal—petani, peternak, nelayan, dan UMKM—dilibatkan dalam program MBG, maka Takalar tidak hanya menjadi daerah penerima manfaat, tetapi juga menjadi daerah penggerak ekonomi berbasis pangan lokal,” tambahnya.
Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Takalar berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terbangun secara kuat, sehingga Program MBG benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi masyarakat sekaligus kesejahteraan pelaku sektor pangan lokal di Kabupaten Takalar.