Takalar – Senin 11/8/2025, bertempat di Lantai II Gedung DPRD Takalar sedang berlangsung Rapat Paripurna membahas tentang Pendapat Akhir Fraksi-fraksi terkait penetapan Perda RPJMD Tahun 2025-2029.
Pada Pendapat Akhir Fraksi Golkar yang dibacakan oleh Ketua Fraksi Partai Golkar Mansyur Salam Daeng Nakku memuat beberapa poin penting dan menjadi catatan masukan,kritikan, ataupun saran yang dipertegas melalui Rapat Paripurna terkait Pendapat Akhir Fraksi-fraksi tentang Ranperda RPJMD 2025-2029. Adapun catatan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Meminta kepada pihak pemerintah daerah dalam hal implementasi dari perencanaan yang ada didokumen rpjmd agar secara konsisten dan komitmen memprioritaskan program yang berorientasi pada layanan dasar seperti jaminan kesehatan kepada masyarakat dalam bentuk BPJS gratis untuk masyarakat terkhusus yang kategori miskin ekstrim dan kurang mampu, efektifitas pemberian beasiswa kepada siswa/siswi seperti program indonesia pintar (pip) melalui opd yang membidangi pendidikan, serta prioritas perbaikan infrastruktur pendidikan, kesehatan dan infrastruktur jalan dan jembatan yang telah banyak mengalami kerusakan.
2. Fraksi partai golkar DPRD kabupaten takalar meminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan sinkronisasi dan verifikasi secara akurat data dengan badan pusat statistik (bps) terkait Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menurut kami masih perlu divalidasi sesuai dengan kondisi faktual dilapangan, mengingat data DTSEN dijadikan dasar pendistribusian bantuan pemerintah baik pusat maupun daerah sehingga bisa tepat sasaran.
3. Fraksi partai golkar meminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan invetarisasi budaya-budaya lokal secara menyeluruh yang ada dikabupaten takalar, dan salah satu yang menjadi catatan untuk ditambahkan dalam dokumen rpjmd adalah budaya LAMMANG (kaddo’ bulo) didesa Lantang dan Kalelantang. budaya ini menjadi simbol pemersatu masyarakat, juga menjadi potensi wisata yang ketika dikelolah dengan baik dapat memberikan kontribusi pad dari sektor pariwisata, selain menjadi simbol serta potensi sumber pad, juga menjadi semangat atau pendorong bagi para petani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya dan bersesuaian dengan astacita presiden Prabowo Subianto dan tertuang dalam salah satu program unggulan bupati dan wakil bupati takalar yakni takalar unggul hasil pertanian.
4. Monumen lapris (Laskar Pemberontakan Rakyat Sulawesi) adalah situs sejarah yang berada dikelurahan Bulukunyi yang melahirkan tiga pahlawan nasional dan dua diantaranya adalah berasal dari kabupaten takalar yakni H. pajonga dg ngalle dan Ranggong dg Romo, maka menjadi kewajiban bagi kita semua terkhusus pemerintah daerah dapat memberikan atensi yang serius terhadap keberadaan situs sejarah monumen tersebut sebagai simbol kebanggaan dan situs sejarah perjuangan bangsa ini dalam merebut kemerdekaan, juga berpotensi menjadi wisata sejarah yang dapat memberikan kontribusi pad, sehingga kami dari fraksi partai golkar meminta pemerintah daerah untuk dapat dituangkan didalam dokumen rpjmd dalam bentuk pemeliharaan situs sejarah monumen lapris.
5. Fraksi partai golkar meminta kepada pemerintah daerah untuk tetap fokus pada sektor peningkatan pendapatan asli daerah, dengan mendorong dan mengakselerasi opd-opd yang berorientasi pada pelayanan dan pendapatan asli daerah untuk bekerja sesuai dengan target yang telah direncanakan didalam dokumen rpjmd tahun 2025-2029.
6. Meminta kepada pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan takalar unggul teknologi digital maka sangat penting penyediaan infrastruktur jaringan yang memadai dan pernyediaan peralatan penunjang di desa dan kelurahan yang menjadi ujung tombak pemerintahan dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.